Hukum Shalat Fardhu di Atas Kendaraan Mobill atau Pesawat

Hukum Shalat Fardhu di Atas Kendaraan Mobill atau Pesawat

Hukum Shalat Fardhu di Atas Kendaraan Mobill atau Pesawat

Fikih - Dimasa modern ini perpindahan seseorang sangat tinggi dari satu daerah ke daerah lain, maka bagi seorang Muslim yang taat pada perintah Allah, dengan memahami tatacara shalat dalam perjalanan menjadi penting ketika kita dalam perjalanan jauh. Hal ini agar tetap mampu menjaga shalat wajib ataupun shalat lain yang sudah menjadi rutinitas bagi umat nabi muhammad SAW

Di kalangan masyarakat kita, sholat dhuha merupakan salah satu amalan yang sering dilakukan dan bahkan ada yang merutinkan. Berdasarkan beberapa sumber fikih, hukum shalat dhuha ini adalah dianjurkan (mustahab).

Ada beberapa pertanyaan yang terlintas, terus bagaimana melakukan shalat sunah yang dianjurkan ini saat berkendara di perjalanan? Dalam sebuah riwayat dalam hadits Shahih Al-Bukhari disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah disebutkan oleh Jabir bin Abdillah. Nabi muhammad pernah melakukan shalat sunnah di atas kendaraan, tanpa menghadap kiblat.

Artinya, “Nabi Muhammad SAW shalat tathawwu’ (sunah) saat beliau sedang berkendara, tanpa menghadap arah kiblat.”

Dalam Kisah lain menuturkan, suatu ketika sahabat Anas bin Malik RA sedang menuju ke negeri Syam. Ia disambut oleh warga setempat. Tetapi warga tersebut, dalam kitab Irsyadus Sari li Syarhi Shahihil Bukhari karya Imam Al-Qasthalani dalam kitabnya saudara dari Muhammad bin Sirin seorang tokoh tabiin, melihat Anas bin Malik shalat mengendarai keledai, tapi wajahnya tidak menghadap kiblat.

“Aku melihatmu shalat, tapi tidak menghadap kiblat, Kalau aku tidak melihat Nabi melakukan seperti itu, aku tidak akan melakukannya juga,” terang Anas bin Malik."

Dari riwayat ini, kasus seorang sholat diatas kendaran. Shalat sunah di kendaraan, meskipun tidak menghadap kiblat, itu boleh dilakukan. Selain itu, dalam pelaksanaannya pun bisa dilakukan sesuai kondisi yang ada, seperti dilakukan dengan duduk dan tanpa wudhu, yakni hanya dengan bertayamum. Tapi ingat, ini untuk shalat sunah saja bukan sholat fardlu

Agar  keamanan berkendara, jangan melakukan hal seperti ini saat mengemudi kendaraan di jalanan atau menjadi sopir. Shalat sunah apapun bisa dilakukan misalnya Anda ingin sholat saat naik dokar, angkot, bus sambil dibonceng di motor, dan sebagainya, sekiranya nyaman dan tidak berlebihan. Maka dari itu bagaimana pum kita harus bisa menjaga sholat dan bisa mengatur waktu agar tidak mengganggu rutinitas amda. Wallahu a’lam.

Ketik dan Tekan Enter